sebuah prosa keprihatinan untuk Indonesia

warning: Missing argument 2 for archive_help() in /home/aurw5858/public_html/modules/archive/archive.module on line 7.

bumi yg kita pijak sama,
negara yg kita junjung sama,
demikian pula dasar negara dan undang-undangnya.
masih terngiang semboyan bhinneka tungal ika: berbeda tetapi tetap satu
bangsa yg terbentang dari sabang hingga merauke, terdiri dari keanekaragaman suku, agama, bahasa, dan budaya
seyogyanya membuat masyarakat yg tinggal di dalamnya memiliki jiwa yg besar dan rasa saling menghargai yg tinggi untuk hidup damai berdampingan
namun yg terlihat yg terasa hingga kini lain dari yg pernah didengung-dengungkan..
semboyan pada lambang negara, pasal-pasal dalam undang-undang, sila-sila dasar negara menjadi kata-kata mutiara semata..
seperti janji manis seorang kekasih yang ingkar..
bagaikan rumah yg berdiri di atas pondasi pasir senantiasa goyah diterjang ombak-ombak kehidupan..
belenggu dan penyangkalan nilai-nilai dasar terjadi disana-sini
wahai saudaraku sebangsa setanah air
aku, kamu, mereka, kita, lahir di pangkuan ibu pertiwi yg sama
tanah kita tanah merdeka
semerdeka pikiran-pikiran dan pilihan-pilihan kita..
warna kulit kita, jenis kelamin, suku, keyakinan, dan budaya kita mungkin berbeda
tetapi harapan kita sama..
untuk hidup damai
untuk hidup tenteram
untuk hidup sejahtera
saling menghargai
saling memahami
berdampingan bersama-sama
masih banyak hal-hal membutuhkan perhatian lebih..
pemerataan pendidikan
pengentasan kemiskinan
pemeliharaan sumber-sumber daya dan alam kita
marilah kepadanya kita menuju
agar Indonesia sungguh menjadi negara yg jaya bagi yg tinggal di dalamnya

#prosakeprihatinankepada
diskriminasi ras
diskriminasi keyakinan
diskriminasi golongan