Rantai Gajah

warning: Missing argument 2 for archive_help() in /home/aurw5858/public_html/modules/archive/archive.module on line 7.

Seekor gajah liar sedang asyik makan di tengah hutan. Tiba-tiba ia terjatuh.
Seorang pemburu menembaknya dengan peluru bius.

Gajah liar kemudian dibawa ke pinggir hutan.
Oleh pemburu, kaki gajah diikat dengan rantai kapal.

Ketika siuman, gajah liar panik dan tanpa berpikir, ia berdiri dan berlari sekuat tenaga.
Namun apa yang terjadi? Sesaat kemudian ia terjatuh terhempas keras karena kakinya terikat rantai kapal.
Sang Gajah liar bangun, berlari, dan kemudian terjatuh lagi.
Ketakutan menguasainya, terjatuh membuatnya bangun kembali, berlari kembali, terjatuh kembali.
Berulang -ulang sang gajah liar terjatuh terjatuh terjatuh..
Ketika akhirnya ia berdiri gemetar… kelelahan, sang pemburu datang membawa makanan untuknya.

Keesokan hari, hal yang sama terjadi lagi.
Sang Gajah liar mencoba berlari dan terjatuh, berlari dan terjatuh, berlari dan terjatuh.
Rantai kapal itu benar-benar membuatnya tidak bisa kemana-mana.
Dan sama, ketika akhirnya ia berdiri gemetar kelelahan, sang pemburu datang membawa makanan untuknya.

Satu bulan sudah berlalu
Selama satu bulan itu, ini yan terjadi
Sejak hari pertama sampai sekitar hari ke 15: sang gajah liar mencoba lari – terjatuh – kelelahan – diberi makan.
Setelah hari ke 15 sampai sekitar hari ke 25: intensitas makin berkurang. Sang gajah liar semakin cepat terdiam.
Antara hari ke 25 dan 30: ia tidak lagi mencoba lari. Ia hanya berputar – putar seperlunya dan menunggu sang pemburu datang membawa makanan.

Malam setelah hari ke 30 ketika gajah liar tidur, sang pemburu datang dan mengganti rantai kapal dengan tali rafia. Ya, tali rafia!

Ketika keesokan pagi gajah terbangun,
Seperti biasa, gajah itu hanya berputar – putar seperlunya dan menunggu sang pemburu datang membawa makanan.
Ia tidak menyadari bahwa rantai kapal sudah tidak lagi membelenggu kakinya.
Tak menyadari bahwa sekarang hanya seutas tali rafia yang mengikat..
Tali yang begitu rapuh..
Tali yang dengan mudah akan terputus dengan sekali tarikan … hentakan …
Bahkan ketika tali rafia itu lalu terputus karena tergesek-gesek sore harinya,
ketika tak ada apapun lagi yang membelenggu kaki gajah..
ketika ia BEBAS.. Ia seolah terbelenggu seperti biasa: berputar seperlunya dan menunggu sang pemburu datang membawa makanan.
Ia tidak lari!
Rantai kapal yang tadinya membelenggu kakinya selama 30 hari kini berpindah membelenggu pikirannya, kemauannya.

Dalam hidup, masing-masing dari kita pun punya rantai-rantai gajah.
Rantai gajah bisa dalam bentuk pikiran kita sendiri yang mengatakan: “Saya tidak bisa!” “Saya hanya seorang lulusan SD ya segini saja kemampuan saya..” “Saya bukan orang kaya, saya tak mungkin mampu menyelesaikan sekolah” “Saya cewek, gak mungkin berkarir di dunia kerja” “Saya tidak pandai bicara, saya akan susah mendapat promosi!” “Saya gak berbakat jadi sales.” “Saya gak jago nulis…” “Saya sudah terlalu tua”
Ketakutan-ketakutan: “Saya takut di-judge orang.” “Saya takut gagal.” “Saya takut ditolak.”
Bisa juga berupa penilaian di sekitar: “Sekali buruh, tetap buruh.” “Kamu itu bodoh!” “Perempuan itu di rumah saja!” “Perusahaan kami tidak pernah mempermanenkan pegawai kontrak.” “Bangsa ini bangsa terjajah.”
Atau berwujud pengalaman/kegagalan masa lalu: Nilai jelek, gugup di atas panggung, tidak lolos interview, bisnis bangkrut, putus cinta, dan seterusnya

Rantai gajah kita itu membelenggu kita untuk maju, membelenggu keberanian diri kita, membelenggu kemauan kita, membelenggu kemampuan kita!
Rantai yang memupuskan asa, membunuh impian.
Rantai –rantai itu membuat kita LEMBAM!
YA! Percaya atau tidak, 80% penyebab kita tidak ‘bergerak’ adalah rantai gajah ini. 20% sisanya baru hal-hal lain seperti kondisi, syarat-syarat yang diberlakukan, dan sebagainya.
80% ada di dalam kontrol kita : 20% di luar kontrol kita.

Apakah kita mau membiarkan Rantai Gajah itu memenjarakan kita?

Mari kita sama-sama mengambil hikmah dari cerita di atas.
Pikirkan apa Rantai Gajahmu!
Uraikan satu persatu!
Dan mulailah mengambil alih kontrol diri!


If you do not go after what you want, you’ll never have it.
If you do not ask, the answer will always be no.
If you do not step forward, you will always be in the same place.

BUANG Rantai Gajahmu!
Ayo LEPASKAN belenggu itu dan MARI ‘bergerak’!

[mengisahkan cerita Buang Rantai Gajahmu oleh Kek Jamil Azzaini @JamilAzzaini]