perjuangan mencapai tujuan versi nyetir mudik

warning: Missing argument 2 for archive_help() in /home/aurw5858/public_html/modules/archive/archive.module on line 7.

Nyetir #pulangpergi mudik lebaran buat saya, selalu menjadi cerita tersendiri

2 tahun lalu, saat lampu depan mobil dua-duanya tiba-tiba padam di daerah Gentong (Jalur Selatan), padahal daerah itu berkelak kelok, gelap gulita…dan pas sepi,
saya belajar tentang leadership:
Gimana bersikap serta cepat mengambil keputusan-keputusan dalam kondisi under pressure, tidak biasa, & berbahaya!
Gimana membawa mobil dengan tenang (ngontrol diri: separno-parnonya waktu itu, mesti jaim tenang!! biar semua tenang, selamat sampai tujuan ^_*)

Perjalanan tahun 2012 ini ceritanya lain lagi
Eits… Perjalanannya mulus kok! (Puji Tuhan^_^) cuma, pas nyetir, bikin saya ingat tentang proses dalam berjuang mencapai tujuan.
Mau tahu apa saja? Begini ceritanya…

Saya mendapat giliran nyetir pertama waktu bertolak dari Bandung menuju Purworejo jam sembilanan malam.
Kami lewat jalur selatan.
Setelah Nagrek, arus lalu lintas lancar jaya
Berpegang pedoman Tasik – Ciamis – Banjar (target pertama), saya memacu kendaraan, mulai dari perlahan sekitar 60-70 km/jam. yang cowok pasti dah pengen komen hehehehe..

  • Nah! Parameter #1: Punya tujuan yang jelas
    Road trip mudik, dari Bandung dengan tujuan Purworejo
    Saya dapat giliran pertama, nyetir sampai Banjar (titik berhenti: resto Pringsewu Banjar)
    Tujuan = resto Pringsewu Banjar

  • Parameter #2: Start Small
    Ayo mulai! Mulai sekarang!
    “Perjalanan 1000 km dimulai dengan satu langkah”
    Sering ya denger kalimatnya ^_^
    Start small ini pas bagian saya mulai dari perlahan dengan kecepatan 60-70 km/jam…

Biasanya dari Bandung – Banjar itu 4 jam

  • Parameter #3: Accountable (terukur)
    Saya harus sampai Banjar dalam waktu 4 jam
    Nah, Bapak Ibu semua.. kalau punya tujuan.. harus terukur ya! Jadi mudah tracking apakah sudah berhasil atau belum.
    Contoh: Saya punya tujuan jadi orang kaya!
    State yang jelas, kaya nya kamu itu seperti apa? Kalau in term of money.. kamu berasa kaya kalau punya uang sejumlah berapa? Harus jelas! 1 M, 2 T?
    Dengan state yang jelas, kamu bisa berencana berstrategi mencapainya dan once kamu mencapai nominal tersebut, tandanya kamu sudah sukses mencapai tujuan ^_^

Jalan 60 – 70 km/jam kok gak enak ya…di jalan sendirian… (sering ketinggalan, karena yang lain pada ngebut-ngebut)
Trus jadi lebih waspada kalau papasan sama motor/mobil/bis yang seringnya rentetan..yang kadang sedang salip menyalip
Mesti ekstra kasih dim lampu
Karena mulai gak nyaman, saya ganti strategi.
Saya memacu lebih kencang kendaraan, mencari kendaraan di depan (bukan motor)
Setelah berhasil, saya jadikan dia patokan…saya ikuti kendaraan tersebut
Lebih nyaman! Pertama karena jalan lebih cepat (menyesuaikan dengan kecepatan mobil di depan) dan kedua karena kalau papasan dengan motor/mobil/bis.. sudah ada kendaraan depan yang ngasih tanda. Saya lagi-lagi tinggal menyesuaikan.

  • Aha! Parameter #4: Cari Mentor
    Saya pernah baca dan bahkan Superior baru saya juga mention tentang penting untuk punya Mentor yang baik, dalam perjalanan kita mencapai sebuah tujuan
    Mentor itu tempat kita sharing, diskusi, belajar
    Sehingga bisa mempercepat dan improve proses kita dalam meraih tujuan
    Kendaraan yang jadi patokan saya, saya analogikan seperti Mentor ^_^
    Selain Mentor, mungkin bisa juga dianalogikan dengan teman-teman/lingkungan yang support sejalan dengan tujuan kita.
    Biasanya kalau kita dah punya target mau A, kita akan cenderung research tentang A, berkumpul dengan kelompok A dst.. Pengayaan untuk segera tercapai A nya

Ada kalanya, kendaraan yang saya ikuti ternyata kecepatannya atau prilaku nyetirnya ‘nanggung’
Kalau sudah begitu, saya akan salip kendaraan tsb dan cari kendaraan lain lagi yang lebih ‘pas’ rhythm nya

  • Parameter #5: Review & Adjust
    Dalam flow proses, Review & Adjust penting dilakukan untuk cek, sudah di tahapan mana sih kita? Masih di jalur nya gak? Masih relevan gak proses yang sedang kita jalani?
    Nah, prilaku saya yang nyari kendaraan lain yang lebih ‘pas’ menunjukan parameter tsb! Ketika cara/kecepatan sudah tidak sesuai, saya rubah, demi menjaga bisa sampai di tujuan sesuai target waktu

Saya perhatikan,
Selama menyetir, pandangan saya akan fokus ke depan
Jarang banget lihat-lihat belakang
Hanya sesekali saya menyapu pandangan ke spion kanan-kiri-tengah, mostly tengah
Just to check kondisi di belakang saya: apakah ada kendaraan lain di belakang saya? Seberapa jaraknya terhadap mobil saya?
Habis gitu, langsung fokus lagi ke depan
Spion kanan-kiri-tengah itu akan saya gunakan kala saya mau nyalip kendaraan lain
Memastikan kondisi secure

  • Parameter #6: Fokus kepada tujuan
    Minimasi tengok kiri kanan yang bisa distract dari usaha kita mencapai tujuan
    Tengok kiri kanan boleh dianalogikan saat kita mau maju, kita recheck apakah syarat-syarat yang kita punya sudah lengkap

Lalu saya rasa, karena fokus dalam menjalani, konsisten terhadap “cara”, dan menikmati rhythm
Ngantuk jadi jauh-jauh sama saya
Alhasil saya nyetirnya dari Bandung lanjut sampai Majenang (dari target semula hanya sampai Banjar)

  • Parameter #7: Konsisten mencapai tujuan
    keep moving forward

Saya rangkum ya... 7 parameter yang terlintas pas saya nyetir:
1. Punya tujuan yang jelas
2. Accountable (bisa diukur)
3. Start small (mulai!)
4. Cari mentor
5. Review & Adjust
6. Fokus kepada tujuan
7. Konsisten mencapai tujuan

Seru juga perjalanan berangkat mudik tahun ini ^_*

Buat yang punya tujuan...
Smoga insight yang saya dapat ini…bisa membantu perjuangan mencapai tujuan masing-masing!

image courtesy of nterprisesonline.com & saleemrana.com