Penonton VS Pemain

warning: Missing argument 2 for archive_help() in /home/aurw5858/public_html/modules/archive/archive.module on line 7.


Pemain selalu menjadi bagian dari jawaban, penonton selalu menjadi bagian dari masalah.
Penonton mendukung agar Pemain bersemangat dan menjadi pemenang

Pernah sekali-sekalinya ikutan nonton bola..
Supporter alias yang nonton sepak bola sangat bersemangat sekali dan heboh dengan segala macam persiapan mendukungnya serta menyiapkan yel-yel untuk menyemangati pemain.

Waktu pertandingan berlangsung, kami sang penonton ini mirip sekali sama pelatih sepak bola
Teriak teriak mengarahkan pemain unggulan
“bawa ke kiri”
“oper dong kosong tuh”
“tembakkkkk”

Kalau bolanya meleset tidak masuk ke gawang, yang keluar dari mulut penonton adalah sumpah serapah dan kritik
“begoooooooo, gitu aja gak bisa!!!”
“dibilangin suruh oper gak dioper sih!”
“dasar ganteng doangg!!!”

Penonton:
Duduk menonton pertandingan,
ribut sendiri…
bahkan di barisan depan saya ada yang wajahnya serem banget!
Dan memang kerjaannya marah-marah menonton pemain di lapangan yang belum mencetak gol

Pemain:
Yang berada di lapangan
Yang berjuang tetap fokus bermain dengan satu tujuan: mencetak gol lebih banyak dari lawan.
Untuk menang!

Saya berpikir,
Kadang dalam keseharian, hal seperti penonton dan pemain sepak bola di atas juga kita alami.
Dalam pekerjaan misalnya: ketika terjadi masalah atau kala mendapat respon yang tidak sesuai dengan harapan.
Kita akan berperan jadi penonton
Kita akan mudah melontarkan kalimat seperti:
“kita suffer nih gara-gara gak disupport sama unit lain, ini kan partnya dia”
“kalau request ke unit itu agak susah deh, lama!”
“kok bisa sih bikin sesuatu tapi gak jelas tujuannya, gak mikirin unit kita juga.. bikin susah!”
“gak pengertian banget jadi orang..”

Sementara tim supporting di belakang, kerja keras menyelesaikan masalah, mungkin butuh bantuan kita untuk memberi data atau analisa, namun karena kita sibuk protes.. kerjasamanya jadi tidak jalan.

Dalam keluarga misalnya: Ayah Ibu bekerja ibarat pemain, berusaha memastikan asap dapur ngepul
Tapi kadang anak-anak ngomelnya menyakitkan hati hanya karena keinginannya tidak terpenuhi (seperti penonton sepak bola yang marah-marah kalau tim-nya kalah)

Coba dibayangkan!
kalau dalam pertandingan Sepak Bola
Pemain bola di lapangan mbalikin ke Penonton:
“Sini deh lu gantiin gue! Lu yang main!”
(karena panas kupingnya mendengar para pendukung yang bukannya menyemangati malah marah-marah)
Hasilnya akan lebih bagus gak ya? :)

Yuk kita berusaha jaga kesadaran: lagi kebagian sebagai apa kita dalam sebuah situasi?
kalau kita jadi Penonton, kita jadi Penonton yang lebih baik
Penonton yang benar-benar mendukung dalam arti sebenarnya
Yang bisa memberikan saran dan solusi bukan hanya cercaan dan keluhan
Kalau merasa unit lain tidak support, mungkin bisa dibantu dengan data-data
Kalau merasa kurang dimengerti, mungkin bisa lebih sabar menjelaskan

Kalau jadi Pemain, kita jadi Pemain yang fokus pada tujuan
Pemain yang selalu menjadi pemenang
Sportif, positif

Mari bergerak untuk menjadi lebih baik :)