Panik

warning: Missing argument 2 for archive_help() in /home/aurw5858/public_html/modules/archive/archive.module on line 7.

Halo Senin!

Ketemu Senin pertama di tahun 2012a (baca: 2013 ^_^)

Apa kabar resolusi? hehehe ….Bicara resolusi, temen saya bilang “just do it!”
At some point he is right.. ujung2nya emang “just do it!” semua gak ada artinya kalau resolusi cuma jadi tulisan indah yang dipajang di mana-mana tapi gak ada realisasi *uhuk ^_^

Eh tapi sekarang saya bukan lagi mau bahas tentang resolusi, di Senin pertama ini saya mau nge-bahas tentang p a n i k

kok p a n i k? Iya…random abis… entah kenapa ini topik yang terlintas kuat, seperti manggil-manggil untuk dijadikan bahan tulisan sejak weekend kemarin. Hmm.. apa mungkin karena ada resolusi 2012 yang tidak terealisasi sehingga p a n i k? eittsssssss…kenapa jadi resolusi lagi sih! huh!

*backtotopic

Jenis p a n i k yang mau saya bahas disini adalah yang berbentuk darurat, karena kalau browsing dan search p a n i k atau tips mengatasi p a n i k, informasi yang keluar kebanyakan mengkondisikan keadaan bukan darurat seolah kita punya waktu cukup panjang untuk mengatasi rasa tersebut.

Contoh hasil browsing dengan keywords “cara mengatasi rasa p a n i k”: bikin daftar penyebab rasa p a n i k, membasuh muka, menghubungi teman dekat, konsultasi, …
Ciyus mi apah! Haloooo kalo di tengah-tengah lagi gempa gitu terus gw sempet gitu? Menurut loe????? Please deh!!!

Nangkep ya jenis p a n i k nya …. iya..bukan jenis “Bagaimana mengatasi p a n i k sebelum interview” atau “Bagaimana mengatasi p a n i k yang timbul saat nembak cewe idaman” Bukan! ^_^

OK, jenis sudah, sekarang definisi. Menurut Wikipedia, definisi p a n i k adalah sebagai berikut:

Panic is a sudden sensation of fear which is so strong as to dominate or prevent reason and logical thinking, replacing with overwhelming feelings of anxiety and frantic agitation consistent with an animalistic fight – or flight reaction. Panic may occur singularly in individuals or manifest suddenly in large group as mass panic (close related to herd behavior).

A sudden sensation which replaces logical thinking with fear sensation may occur singularly in individuals or manifest suddenly in large group as mass panic | Sebuah rasa yang tiba-tiba mengganti logika berpikir dengan rasa takut yang amat sangat.

Ciri-ciri p a n i k: jantung berdebar-debar, gemetar, keringat dingin, sesak nafas, susah bicara. Kalau rasa p a n i k sudah nyerang, tubuh ibarat komputer kalo lagi hang … mak.. cep..nge-blank.. hilang kesadaran! Mikir ga bisa, ngomong susah, apalagi bergerak

Satu contoh sederhana dari p a n i k itu kalau kita lagi nyebrang jalan.. pas kita ditengah-tengah… tiba-tiba ada motor atau mobil muncul ngebut berjalan ke arah kita, sebagian besar reaksi kita terhadap kondisi ini adalah berhenti melangkah..mematung di tengah-tengah..dibandingkan lari menepi. Kalo di Sinetron atau film-film Hollywood, abis gitu biasanya ada pahlawan yang nyamber entah darimana lalu jatuh berguling berdua ditepi jalan saling berpandangan*haissss

Tapi itu kan film.. berhenti ngimpi deh ada pahlawan nolongin kita kalo kita lagi p a n i k. Kita sendirian dan harus ngadepin p a n i k itu untuk bisa move on.

Ketika kita gagal ngatasin p a n i k dan sedang ada di keramaian, kita berpotensi menjadi penyebab timbulnya ke-p a n i k-an masal. Kasus ini punya beberapa contoh, salah satunya kalau browsing ada musibah festival air Kamboja 2010.

Terus gimana ngatasin p a n i k? Merangkum beberapa sumber, inti mengatasi p a n i k adalah bagaimana dan seberapa cepat mengembalikan kesadaran diri. Nah, ternyata, penguasaan diri ini yang disarankan untuk dilatih, sehingga saat keadaan darurat kita punya kemampuan lebih baik, lebih cepat untuk mengembalikan kesadaran dan menciptakan alternatif-alternatif jalan keluar.

Penguasaan diri terbentuk dengan melatih kesadaran terkini, stay present.

Bagaimana melatih kesadaran terkini? 5 Steps for Being Present menurut sebuah artikel di Psycology Today:

  1. Take a breath | Bernafas, tarik nafas! Karena udah otomatisnya, kita sekarang bernafas tanpa mikir.. sesekali sempatkan menikmati proses bernafas, menarik dan membuang nafas.. ini memang manjur sekali untuk menenangkan diri, mendinginkan hati, menyadarkan tentang keterkinian
  2. What are you doing right now? | Sadari benar-benar, apa yang sedang dikerjakan saat ini (disamping proses bernafas). Saat ini, kamu semua sedang membaca tulisan saya tentang p a n i k. Are you just reading? Where are your thoughts? Your emotions? Your hands? Your sense of time? You are reading - that's it...so, just read!
  3. Be a witness | in becoming aware of what you are doing - exactly what you are doing - in any given moment, bear witness to it. Observe it, name it and stand away from it -- all at once. The moment is now...now...now...now...
  4. Let the rest go | fokus di keterkinian, yang tidak ada hubungannya dengan apa yang dilakukan saat ini kesampingkan dulu.
  5. Come back to the breath | ketika pikiran mulai kemana-mana lagi.. just simply back to the breath, ulangi lagi step nomor 1 ^_^

Kemampuan dan kecepatan mengembalikan kesadaran diri mengatasi p a n i k di kondisi darurat ternyata memang tidak sekonyong-konyong bisa terbentuk, butuh latihan..

Teman saya yang sudah melalui proses melatih ini, sharing kepada saya, bahwa latihan ini memang sangat membantu. Ia pernah kecelakaan motor, dalam hitungan detik saat p a n i k menyerang dan tabrakan terjadi, dia dengan cepat mengembalikan kesadaran.

Sebelum motornya jatuh menyentuh tanah ia sudah memikirkan bagaimana meminimasi luka tubuh. Katanya, saat kesadaran itu kembali.. semua gerakan jadi melambat..

Dia ingat bagaimana dia mengangkat tubuhnya, memindahkan posisi menadi seolah orang lagi main skate board… posisi motornya itu jatuh lalu gelosor di jalan beberapa meter…dan dia berhasil berdiri di atas motor yang menggelosor itu..sebelum akhirnya berguling menepi.

Dengan berlatih penguasaan diri lewat kesadaran terkini, diharapkan ketika p a n i k menyerang di kondisi darurat seperti contoh teman saya itu.. kita pun mampu mengatasi dan memikirkan alternatif terbaik untuk meminimasi resiko.
Mengamankan diri – mengamankan sesama ^_^

Coba yuk!