menjual ala venus

warning: Missing argument 2 for archive_help() in /home/aurw5858/public_html/modules/archive/archive.module on line 7.

Sepekanan kemarin saya baca sebuah buku berjudul Marketing In Venus karangan Pak Hermawan Kartajaya dkk.
Buku ini direkomendasikan oleh seorang teman pada saat saya mengajaknya berdiskusi tentang bagaimana menciptakan experience untuk product perusahaan yang berupa service
Challenge-nya lebih dibandingkan jika mau menawarkan experience jika productnya berupa barang nyata katakanlah wajan penggorengan atau sandal jepit :)

Kata teman saya, buku itu banyak contoh-contoh product servicenya
Tak lupa juga dia berkomen…saya termasuk telat banget baca tuh buku yang sudah booming di awal tahun 2000-an
Gak apa2 lah ya.
Seperti pepatah …lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.. maka saya tetap smangat45 membaca bukunya sampai selesai

Kenapa judulnya Marketing In Venus?
Kalau baca bukunya John Gray, Venus adalah simbol wanita. Apa memang target marketingnya hanya wanita?
Ternyata Pak Hermawan Kertajaya dkk meyakini bahwa dewasa ini, konsumen makin menjadi emosional, tak terkecuali para pria.
Keputusan pemilihan sebuah brand lebih dilandasi emosional, mereka lebih menghargai hubungan dengan brand tertentu yang dirasa cocok dan sangat memahami dirinya dibandingkan dengan yang lain.
Oleh karena itu, disajikanlah The 18 Guiding Principles of Marketing in Venus, cara menjual ala Venus

Di masing-masing cabang, ada tips-tips yang mungkin dapat menjadi inspirasi kita menciptakan “wow moment” “wow experience” antara lain:

Business Landscape and Its Challenge
1. kembangkan teknologi & produk yg mengakomodasi kebutuhan emosional pelanggan
2. sentuh sisi human/sisi personal
3. teknologi membuat pria lebih mudah mengungkapkan perasaan, semakin emosional, pria mulai mengambil keputusan dgn hati
4. pay attention to detail dalam meluncurkan produk, sensitivitas konsumen terhadap berbagai isu harus betul2 diperhatikan
5. design product yang modis/up to date
6. emotion is contagious: penciptaan kondisi kerja yg kondusif dan menyenangkan memainkan peranan penting agar karyawan dpt memberikan emotional adventage kpd pelanggan
7. sesuaikan dgn karakter/usia/kebutuhan pelanggan shg pelanggan dpt 'feel'nya
8. usahakan selalu agar pelanggan "feel good"
9. buat dulu internal "feel good" agar bisa menularkannya ke external
10. bagaimana mendapat jawaban jujur dari pelanggan ttg produk kita
11. perbanyak diskusi untuk mendapat insight dari berbagai sisi
12. turun gunung untuk melihat langsung
13. buat new rules of the game, jangan takut mendobrak aturan. pelopor lebih untung daripada follower
14. think beyond your product and industry supaya selalu inovatif

Value-Creating Strategy
1. bangun dan pertahankan kredibilitas
2. untuk menciptakan karisma yang solid, pastikan corporate branding dipahami oleh seluruh karyawan
3. eksis, bisa dgn merchandise/souvenir yg bisa dikoleksi/diburu para kolektor :):)
4. kembangkan personalized services, mengacu kepada pelanggan secara one-to-one, bangun perasaan spesial …setiap orang senang diperlakukan spesial
5. service adalah calling atau panggilan jiwa bagi service provider , bukan tugas! Ulik bagaimana agar service oriented..senyum dari hati.. :)
6. libatkan pelanggan dalam mengembangkan produk, tanya pendapat dan wujudkan…umumkan itu adalah masukkan dari pelanggan..
7. manjakan pelanggan dengan memenuhi keinginan dan kebutuhan…sehingga ia jatuh cinta kepada produk kita..selalu sentuh sisi emosional pelanggan
8. lagi-lagi, sebelum membuat pelanggan jatuh hati, perusahaan harus juga dapat membuat karyawan jatuh hati padanya :)
9. tepati janji, berikan apa yang memang sudah dijanjikan …tanpa “tapi”

Tactic
1. beri penjelasan yang terperinci sehingga komunikasi sampai dengan tepat kepada pelanggan
2. produk boleh sama…yang beda adalah “how to offer”, teknologi penunjang/infrastruktur, behavior dari para sumber daya, dan how to serve..
3. perhatikan peripheral marketing… apa yang bisa ditawarkan di luar produk…seperti org makan di restoran..kadang tidak beli makanan tapi beli suasana :)
4. gunakan konsep sense-feel-think-act-relate-nya Bernd Schmitt untuk membangun “feel good” bahkan “feel great” pelanggan…give theme new experience :)
5. konsisten pada harga
6. pastikan seragam di jalur distribusi
7. komunikasikan harga secara tepat
8. bentuk community..support kegiatannya..jadikan produk kita gaya hidupnya…terlibat aktif sehingga dapat menyelami kebutuhan mereka
9. lakukan judo marketing, pilih orang2 yang merupakan informal leader, opinion leader yang emotif (mudah menerima hal barudan mau sharing) sehingga bisa memasarkan produk/usaha kita dengan positif
10. bangun cerita, mitos, atau berita-berita menarik ttg produk dan perusahaan agar jadi bahan perbincangan di kalangan pelanggan
11. gunakan personal conversation untuk memasarkan produk :) ceritakan pada orang-orang terdekat..setiap kita adalah brand ambassador perusahaan/usaha kita
12. service differentiation :) be personalized :)

buku ini dilengkapi cerita kesuksesan brand-brand yang dinilai telah menjalani prinsip-prinsip tersebut seperti:
Nokia dengan tagline-nya Connecting People
Singapore Airlines memiliki keramahan dan empati yang ditunjukkan pegawainya dalam melayani selalu berbekas di hati pelanggan
Gerai kopi Starbuck yang mampu menembus etos kedai kopi dan semakin digandrungi
Mc Donald, membidik keluarga dengan menyediakan arena bermain, dan mengeluarkan gimmick-gimmick yang selalu diburu anak-anak
dst.

Ternyata banyak hal-hal yang bisa diulik untuk menciptakan great experience bagi pelanggan walaupun bidang usaha kita adalah service
Semoga dapat menjadi bahan resensi dalam menelurkan ide-ide terbaik yang menjadikan produk dan usaha kita selalu dekat di hati pelanggan :)
smangat beraktivitas :)