lebih dari..

warning: Missing argument 2 for archive_help() in /home/aurw5858/public_html/modules/archive/archive.module on line 7.

No one ever attains very eminent success
by simply doing what is required of him;
it is the amount and excellence of what is over and above the required,
that determines the greatness of ultimate distinction.

(Charles Francis Adam)

Ada yang pernah nonton film ”The Pursuit of Happiness” film yang dibintangi Will Smith keluaran tahun 2006, berkisah tentang usaha seorang salesman dari nol hingga berhasil..
atau film “Ice Castle” film tentang usaha seorang pemain ice skatting untuk tetap berlaga walaupun buta?

Kisah-kisah ini menceritakan perjuangan orang-orang yang bekerja melebihi hal-hal biasa (di luar batas-batas standar)

Will Smith sebagai salesman di film The Pursuit of Happiness, dengan kondisi yang serba terbatas, berjuang: belajar saat semua tertidur, membaca dengan penerangan minim, gigih, sehingga ia lulus dalam ujian salesman. Kemudian menunjukan sisi-sisi integritas, melayani lebih kepada customer sehingga customernya merasa nyaman dan memperkenalkan dia pada networknya… membuatnya mencapai target.

Sementara Lexie di Ice Castle, tidak menyerah dengan kebutaannya.. ia mau membuka diri untuk mencoba, mau keluar dari zona nyamannya sehingga akhirnya bisa menari di ring skatting dengan tarian yang memukau walaupun ia tak bisa melihat.
Ia, memungkinkan hal yang tidak mungkin.

Sebenarnya kita manusia, memiliki kemampuan melakukan hal-hal di luar standar..
Hanya saja karena tidak terbiasa, kemampuan tersebut hanya “dimunculkan” di saat “kepepet”
Contoh sederhana:

  • dikejar anjing, mendadak jadi atlet loncat tinggi …bisa loncat pagar setinggi dua meter
  • disuruh presentasi dalam 2 jam kedepan, mendadak bisa bikin slide presentasi yang super kreatif
  • sampai kisah super hero seorang Ibu yang mampu mengangkat mobil yang patah dongkraknya ketika anaknya terjepit di bawahnya..

Sebenarnya kemampuan “lebih” ini, potensi sesungguhnya ini, bisa dimaintain dikeluarkan kalau kita mau..
Ya! Triggernya ya dari kita sendiri..
Banyak dari kita yang sudah melakukannya dan menikmati hasilnya

  • lihatlah para juara-juara kelas di sekolah (lebih baik dibandingkan murid-murid lainnya)
  • perjalanan karir dari karyawan level dasar sampai ke posisi top management
  • anak tak mampu yang kemudian jadi pengusaha sukses

selalu ada kisah di belakang itu, sebuah perjuangan, usaha .. lebih dari yang biasa
Melebihkan usaha, waktu, upaya, tekad, dan sebagainya dari orang lain dalam melakukan segala sesuatu
Mulai dari belajar 4 jam dikala orang lain hanya 2 jam, aampai memperluas wawasan dengan membaca dan berlatih sementara yang lain menghabiskan waktu untuk leyeh-leyeh
Eh hallooo…bahkan istilah “menjilat”pun, kan ada usaha lebih yang dilakukan dibandingkan orang lain.. (cuma contoh yaaa, don’t try this at home..hehehe)

Jadi… Marilah!
Buat segala yang kita lakukan menjadi “sesuatu” bagi yang menerimanya …
Going the Extra Miles ….

Hai, ini bisa dilakukan mulai dari cara-cara sederhana semisal:

  • ketika orang tersenyum padamu, engkau membalas dengan sapaan hangat
  • di rumah yang biasanya kita berangkat dengan melambai, kali ini mulai dengan ciuman hangat dan pelukan mesra
  • fokus mendengar dan memperhatikan ketika orang sedang berbicara dengan kita
  • melaporkan masalah dengan membawa alternatif solusi/data pendukung yang memudahkan problem solving
  • do first time right in everything, cek dan ricek

atau bisa men challenge diri dengan yang lebih:

  • konsisten meluangkan waktu 1 – 2 jam di luar rutinitas untuk belajar hal baru
  • di kerjaan seperti: ikut berperan serta dalam project ad hoc di luar skill kita (tentu butuh extra effort karena kerjaan regular kita harus tetap jalan sementara kita harus meluangkan waktu memperluas wawasan)

Ngapain gue mesti susah-susah kalau cukup saja hidup gue sudah terjamin?
Dapet apa gue? Gak dibayar juga!

Sering pertanyaan-pertanyaan seperti itu terlontar

OK. Scroll up!
Jawabannya sudah disebutkan di atas tadi:

  1. kalau kita: mau
  2. triggernya adalah kita sendiri (keputusan ada di kita)
  3. hasilnya untuk kita sendiri (kita yang akan menikmati: skill yang semakin terasah, kita jadi pribadi yang lebih bermanfaat, menghasilkan nilai tambah untuk sekitar, jadi ranking 1, karir yang menanjak, usaha yang berhasil, dll dsb..)

ketika kita mau, kemudian melakukan, dan menikmati hasilnya, percayalah.. akan berimbas kepada sekitar kita… keluarga, lingkungan kerja, teman-teman/sahabat

Ayuk, kita mulai beranjak
dari biasa… menjadi luar biasa!

picture taken from http://rishabhdidwania.blogspot.com/2010_10_01_archive.html