kesadaran terkini

warning: Missing argument 2 for archive_help() in /home/aurw5858/public_html/modules/archive/archive.module on line 7.

Smangat Pagi….

Prens,
Pernah kah lagi duduk semeja sama temen2 yang ngobrol rame banget..tiba2 kita ditanya “kalau menurutmu gimana?” dan kita terbengong2…. nge-blank
Atau lagi di dalam kelas waktu jaman sekolah/kuliah, tiba2 guru/dosen mengajukan pertanyaan “coba kamu, ya kamu, jawab pertanyaan saya!” (sambil nunjuk kita) dan kita tulalit gak bisa jawab
Kita ada di meja itu, kita ada di ruangan kelas itu, tapi pikiran kita gak disitu……pikiran kita sedang menari-nari menjelajah dimensi lain
Pernah ya.. pernah ah…pasti pernah *ehhh kok maksa

Kali ini saya mau cerita ttg Kesadaran Terkini..smoga berkenan
….

Dalam training High Impact Presentation yang saya ikuti minggu lalu, disharing informasi bahwa attention span (batasan menyimak) seseorang secara normal adalah 5- 10 detik saja…
Yahh maksimum 30 detik deh
Artinya rata-rata orang normal mampu menjaga pikirannya secara sadar ada di tempat dan memperhatikan apa yg sdg dibahas, hanya 5 – 10 detik
Setelah 5- 10 detik, pikirannya akan mulai kemana-mana, dimana, kemana-mana nya itu biasanya lebih lama … bisa 1 – 3 menit sendiri…baru kemudian balik lagi merhatiin… 5 – 10 detik … kemudian terdistract lagi

attention span disini…mirip sama Kesadaran Terkini (istilah untuk kemampuan menjaga pikiran ada di tempat dan waktu yang tepat)
wah, gimana ya supaya Kesadaran Terkini kita bisa lebih terasah?
Masa iya kita tega bikin teman cuap-cuap cerita padahal pikiran kita wira wiri?
Masa iya pas bos di kantor kasih instruksi, kita gak nangkep secara detail…? bisa runyam nanti resultnya…

Kalau saya lihat , sudah banyak pembahasan dan ajakan untuk ber-Kesadaran Terkini…

Simak “Cherish Every Moment” –nya Mas Arvan Pradiansyah yang mengajak kita untuk menghargai dan memanfaatkan setiap waktu, setiap saat, bahkan setiap detik dalam kehidupan kita untuk kebahagiaan.
Dalam bukunya itu Arvan menulis:
Pikiran kita cenderung disesaki oleh kecemasan dan ketakutan tentang hari esok dan masa depan yang masih menjadi misteri, sehingga kita tidak bisa menikmati apa yang nyata-nyata ada di depan kita: hari ini, saat ini, detik ini.
Karena itu, ia, mengajak untuk membangun mindset bahwa hari ini adalah hari terakhir dalam kehidupan kita, sehingga kita akan berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk diri kita dan orang lain, seolah tidak akan ada lagi kesempatan di hari esok.
Hari ini adalah hadiah terbesar yang diberikan Tuhan kepada kita.
Kalau kita menyadari hal ini, maka kita tidak akan melewatkan satu momen pun dalam kehidupan kita.
Kita akan benar-benar masuk ke dalam kekinian dan terserap ke dalam apapun yang sedang kita lakukan.
Dengan demikian, hidup akan terasa sangat indah.
(hal. 11).

Whalt Whitman penyair dari Inggris juga mendaraskan pada baris-baris puisinya:
“Gathered ye rosebuds while ye may
Old time is still a flying
And this same flower that smiles today
Tomorrow will be dying”

ataupun ungkapan bahasa latin dari Horace:
“Carpe Diem, quam minimum credula postero!”
Raihlah hari ini, hanya sedikit yang bisa kita percaya dari masa depan.

Bahkan Paulo Coelho menulis dalam bukunya yang sensasional The Alchemist:
“…seseorang tidak hidup di masa lalu atau masa depan... bila kau dapat selalu berkonsentrasi pada masa kini, kau akan menjadi orang yang bahagia…”
“…rahasianya terletak pada masa kini…”
“…kalau kamu memperhatikan masa kini, kamu dpt memperbaikinya. Dan, bila kamu memperbaiki masa kini, apa yang datang kemudian juga akan menjadi lebih baik..”
“…jalanilah setiap hari menurut ajaran, percayalah bahwa Tuhan mencintai hamba2Nya. Tiap2 hari, membawakan keabadian…”

Kalau dirangkumkan, Kesadaran Terkini penting antara lain:

    1. Untuk kita dapat memanfaatkan setiap waktu dengan berharga
    2. Krn melatih kita bertanggungjawab: sadar terhadap setiap apa yang kita pikirkan, kita ucapkan, kita lakukan
    3. Membuat kita: sadar pada setiap kesempatan yang datang untuk kita (kesempatan kadang datang hanya sekali saja lho..)

Impact nya apa siy dalam hidup apalagi dalam kerjaan kita? Antara lain:

    1. Kalau kita bisa menjaga kesadaran kita ada di satu tempat saja, misal saat meeting, atau saat menerima instruksi dari bos, maka kita dapat mempergunakan waktu dengan efisien dan efektif. Ketimbang kita nangkap setengah2, butuh energi dan waktu lagi untuk gather more information
    Kerjaan jadi lebih tepat dan cepat terdeliver
    2. Kita akan menjadi orang yang lebih bahagia karena mampu menghargai, cherish every moment

Lalu gimana caranya melatih agar selalu ber-Kesadaran Terkini?
Gimana supaya attention span kita agak panjangan sedikit?
“Berlatih!”
Itu jawaban seorang teman saya yang sedang “kaul” (berkomitmen melakukan sesuatu) untuk melatih kesadaran terkini-nya
Sudah seminggu ini dia berusaha menerapkan kesadaran terkini
Merasai menjaga pikirannya berada di satu tempat pada satu satuan waktu
Contoh:
Saat mengemudi…fokus pada jalan, pada mobilnya, merasakan kemudi yang ia pegang
Kalau pikirannya mulai lari-lari, ia berusaha menariknya kembali ke terkinian..

“gak gampang jeng” katanya
“tapi dengan menerapkan itu, gw merasa gw lebih menggunakan waktu gw dengan bijak, banyak hal-hal lain yang bisa gw kerjakan krn gw jadi lebih efektif dlm berinteraksi, berpikir, dan bekerja”
“gw juga jadi melihat, menyadari hal-hal yang selama ini luput dari perhatian gw”
“gw jadi lebih menghargai keseharian gw!”

Tertarik untuk mencoba? Yuk…

sumber gambar:
http://www.fitnessmash.com/2010/10/when-its-ok-to-quit/
resensi tulisan:
http://id.shvoong.com/books/1776230-cherish-moment-menikmati-hidup-yang/
the alchemist by Paulo Coelho
obrolan makan siang