Intonasi

warning: Missing argument 2 for archive_help() in /home/aurw5858/public_html/modules/archive/archive.module on line 7.

Intonation is the "tune" used when speaking

Bicara tentang teknik komunikasi memang selalu menarik
Kali ini saya mau share soal intonasi dalam berbicara.
Ternyata ini termasuk satu yang pegang kontribusi terbesar diterima/tidaknya ucapan kita oleh partner bicara.

Seberapa baik/positifnya yang kita niat/pikirkan – seberapa baik/positifnya kata-kata yang kita ucapkan – jika mengucapkan menggunakan intonasi yang negatif..
niat/pikiran yang keluar lewat perkataan tsb menjadi tidak berarti apapun (reject)

Reject dalam artian antara lain:
1. Males-malesan
2. Gak dengerin sama sekali/gak peduli
3. Suasana jadi ikutan tegang memanas
4. Melawan
5. Kalaupun akhirnya melakukan, itu karena terpaksa

Contoh intonasi negatif:
1. Penyampaian yang tegang/kaku
2. Intonasi datar
3. Nada tinggi, seperti gemas

“Emang bisa ya niat/mikir positif, kata-kata positif, tapi saat mengucap berintonasi negatif?”
based on my own experience, bisa!
Ini contohnya:

  • Mau bilang kalau nonton tv jangan terlalu dekat
    intonasi negatif: "Mundur! Sini nontonnya dari sebelah Mommy! Sini! Mudur!"
    (bayangin, ngasih tau..dengan nada melengking)
  • Lagi belajar
    intonasi negatif: Ini kan gampang! Fokus dong!
    (bayangin ngomongnya dengan muka tegang tanpa ekspresi dengan intonasi datar)

Saya ternyata sering berintonasi negatif
saat begitu, partner bicara cendrung reject.
Waktu saya mulai merubah berkomunikasi dengan intonasi positif, partner bicara lebih cepat menerima, suasana terbina baik.

Kalau sama anak kecil, mesti lebih hati-hati!
Mereka itu seperti sponge, merekam cara yang dilihat dan meniru..efeknya..dia tumbuh jadi anak yang juga cendrung berbicara tegang..kaku..suka yelling

"Trus, gmana caranya ngobrol pakai intonasi positif?"
1. Santai, sabar
2. Bibir tersenyum
3. Intonasi ramah, ceria

Coba renungkan lebih cendrung kemana intonasi bicaramu dan apakah benar dengan intonasi negatif, partner bicara jadi reject?

Sejatinya antara niat/pikiran – kata yang dipilih – dan intonasi (mungkin bisa ditambah mimik), adalah selaras positif sehingga messagenya tersampaikan dan berbuah positif juga!

Mari berkomunikasi positif!