Comfort Zone

warning: Missing argument 2 for archive_help() in /home/aurw5858/public_html/modules/archive/archive.module on line 7.

Tidak ada yang tetap kecuali perubahan itu sendiri.

Pernah dengar tagline perusahaan furniture ligna? Bunyinya begini:

“Kalau sudah duduk, lupa berdiri”
Membacanya membuat kita membayangkan sebuah kenyamanan sempurna … ligna ingin menanamkan ke dalam benak pelanggannya bahwa produk furniture -nya adalah yang terbaik dalam memberikan kenyamanan… design elegant, tidak bersudut, bantalan-bantalan sofa yang lembut akan memanjakan kita sehingga ingin duduk terus
Dalam hidup kita juga kadang dihadapkan dengan kondisi yang membuat kita nyaman
Contoh:
Orang Tua yang mampu men-support

Usaha yang berhasil dengan cepat
Level pekerjaan sudah sesuai dengan yang diidam-idamkan
Kenyamanan bisa berdampak baik dan tidak baik tergantung disisi mana ..
Contoh:
Sering ya dengar kisah-kisah orang sukses yang berawal dari nol
Ada yang dulunya office boy sekarang jadi milyader pemilik restoran ayam bakar Mas Mono

Apa yang memicu kesuksesan?

Kenyamanan bisa jadi salah satu faktor pemicu
Ia ingin hidupnya menjadi lebih baik, lebih nyaman!
Keinginan ini mampu membakar semangatnya untuk begerak lebih aktif, proaktif, menciptakan peluang-peluang
Sering juga dengar kisah-kisah usaha yang bangkrut
Diantaranya ada usaha hibahan dari orang tua. Karena dari kecil si anak sudah dihadapkan dalam kondisi serba berkecukupan, daya juangnya menjadi rendah, kemampuan analisa antisipasinya kurang..sehingga ketika tiba saatnya memimpin usaha milik orang tua-nya. Yang ada jadinya kebingungan dan akhirnya terpuruk.

Kalau di kerjaan contohnya nyaman dengan kondisi posisi kerjaan sekarang
Merasa sudah sampai pada tujuan, merasa aman tidak mungkin turun lagi
Jadi lupa untuk belajar, bekerja ala kadarnya, mendeliver result pas-pasan, tidak berpikir bahwa result saya ini (output) adalah input an untuk orang lain biar saja yang susah yang disana, tidak mau mendengarkan kebutuhan user, kalau dikasih challenge baru cendrung menolak, dll dsb

Waksss…
Stop! Stop! Stop!
Nulis contoh negatif-nya aja bikin gak nyaman

Kita lebih baik dari itu!
Kita mau lebih baik dari itu!
Kita adalah pribadi-pribadi yang adaptif dan berdaya juang tinggi
Yang proaktif tanpa perlu dihadapkan pada kondisi kepepet

Kita pencinta kenyamanan tapi kita juga individu yang senantiasa bertumbuh dan berkemauan belajar

Ingatlah bahwa dalam keseharian kita selalu dihadapkan pada perubahan-perubahan
Tengoklah perjalanan masing-masing sampai dengan hari ini, maka akan menemukan bentuk perubahan.
Contoh:
Pertumbuhan: Kita dahulu kecil – menjadi remaja – lalu dewasa
Jaman di Indonesia: jaman dijajah – merdeka – orde lama – orde baru – reformasi
Transportasi: jalan kaki – naik kuda – menemukan roda – kereta kuda – menemukan mesin – mobil
Pernah baca buku Who Moved My Cheese -nya Spencer Johnson? Buku bagus yang menggambarkan bagaimana menyikapi perubahan bergerak dari comfort zone

Dia menggambarkan sikap menghadapi perubahan ke dalam empat tokoh:

  1. Orang yang mampu mencium perubahan dengan cepat
  2. Orang yang bergegas mengambil tindakan
  3. Orang yang menolak perubahan
  4. Orang yang berusaha beradaptasi ketika keadaan terdesak

Bagaimana sikap itu punya dampak sendiri-sendiri

Ayo kita bergerak!
Buat yang tengah berada dalam comfort zone
Ingat untuk berdiri
Ujung-ujungnya ini buat diri sendiri loh! Kita berjuang agar kenyamanan tetap mengikuti

Adaptif lah terhadap perubahan-perubahan yang ada
Asahlah terus do first –time – right
Selalu mau belajar hal-hal baru
Empati terhadap kebutuhan orang lain

Empati bahwa hasil kerja saya/apa yang saya lakukan (output) merupakan inpu t bagi orang/unit lain
Percayalah ini tidak hanya di dunia kerjaan saja, tapi di keseharian…di rumah, di lingkungan keluarga, di organisasi yang kita ikuti…dimanapun..
Tidak ada yang dapat kita lakukan untuk menghambat perubahan.
Yang dapat kita lakukan adalah mengarahkan perubahan atau mengantisipasi perubahan.

Have a nice weekdays!

picture taken from http://anggahardian.files.wordpress.com/2011/04/comfort_zone.jpg
untuk yang mau pdf who moved my cheese silakan e-mail, nanti saya share