knowledge

warning: Missing argument 2 for archive_help() in /home/aurw5858/public_html/modules/archive/archive.module on line 7.

[Change Your Life, Change Your Service] The Secret of Service

The Secret in Life…
1. You will only get what you give
2. We are destined to be a service people
3. We’ve already got the manual for service

Hai
Tulisan saya kali ini masih nyambung dengan bahasan iluvmonday minggu lalu..
Ngulak-ngulik service supaya bisa men-generate “wow” experience ^_^

Kalau kita baca 3 hal dalam The Secret in Life, jadi terngiang pelajaran waktu di sekolah dulu yang mengatakan: manusia adalah mahluk sosial :

  • Hidup bersama berdampingan saling membutuhkan satu dan yang lain
  • Saling memberi dan menerima satu dari yang lain
  • Melayani dan dilayani satu dengan yang lain

  • Panduan hidup (manual)nya juga sudah diberikan: melalui ajaran keyakinan yang dianut masing-masing individu

    …..kita ini dilahirkan untuk melayani..

[Change Your Life, Change Your Service] Tiga Keinginan Dasar Pelanggan

Seorang pembicara wanita terkenal Indonesia diundang untuk berbicara di luar negeri,
ia pun lalu berangkat naik pesawat dari Maskapai yang sangat terkenal Service Excellence nya
Sebagai pembicara terkenal, Ibu yang satu ini berangkat dengan jadwal yang ketat.
Begitu pesawat tiba di Kota Negara tujuan, Ia harus langsung menuju ke tempat seminar.
Saat boarding pesawat, hak sepatunya putus tersangkut tangga masuk.
“Haduh, gawat nih” keluh si Ibu mendapati hak sepatunya putus,
ia sadar ia tidak punya waktu untuk beli sepatu setibanya di sana.
Hal pertama yang terpikirkan adalah iklan permen freshment
“Gua putusin aja deh hak yang sebelah lagi biar sama tinggi-nya”
Dengan langkah tertatih-tatih, ia masuk ke pesawat.

menjual ala venus

Sepekanan kemarin saya baca sebuah buku berjudul Marketing In Venus karangan Pak Hermawan Kartajaya dkk.
Buku ini direkomendasikan oleh seorang teman pada saat saya mengajaknya berdiskusi tentang bagaimana menciptakan experience untuk product perusahaan yang berupa service
Challenge-nya lebih dibandingkan jika mau menawarkan experience jika productnya berupa barang nyata katakanlah wajan penggorengan atau sandal jepit :)

Kata teman saya, buku itu banyak contoh-contoh product servicenya
Tak lupa juga dia berkomen…saya termasuk telat banget baca tuh buku yang sudah booming di awal tahun 2000-an
Gak apa2 lah ya.
Seperti pepatah …lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.. maka saya tetap smangat45 membaca bukunya sampai selesai

Kenapa judulnya Marketing In Venus?
Kalau baca bukunya John Gray, Venus adalah simbol wanita. Apa memang target marketingnya hanya wanita?
Ternyata Pak Hermawan Kertajaya dkk meyakini bahwa dewasa ini, konsumen makin menjadi emosional, tak terkecuali para pria.
Keputusan pemilihan sebuah brand lebih dilandasi emosional, mereka lebih menghargai hubungan dengan brand tertentu yang dirasa cocok dan sangat memahami dirinya dibandingkan dengan yang lain.
Oleh karena itu, disajikanlah The 18 Guiding Principles of Marketing in Venus, cara menjual ala Venus

belajar singkat mind mapping

Jumat malam yang lalu ketika sampai rumah, anak saya yang sedang duduk di bangku TK nol kecil, mendatangi saya sambil membawa selembar kertas.
Ketika saya lihat kertasnya, ada gambar seperti ini

Tugas si anak adalah memetakan, apa yang ada di pikiran dia, segala aktivitas yang menggunakan/membutuhkan air dalam bentuk gambar:
ada buat cuci tangan (dia gambar keran air, wow), ada buat cuci mobil, buat nyiram kembang, buat gosok gigi (gambar odol sama sikat giginya), ada buat minum, buat cuci baju, buat berenang, dan buat aquarium (soalnya di rumah ada aqua scape)

Istilah memetakan pikiran ke dalam gambar ini dikenal dengan mind map

kesadaran terkini

Smangat Pagi….

Prens,
Pernah kah lagi duduk semeja sama temen2 yang ngobrol rame banget..tiba2 kita ditanya “kalau menurutmu gimana?” dan kita terbengong2…. nge-blank
Atau lagi di dalam kelas waktu jaman sekolah/kuliah, tiba2 guru/dosen mengajukan pertanyaan “coba kamu, ya kamu, jawab pertanyaan saya!” (sambil nunjuk kita) dan kita tulalit gak bisa jawab
Kita ada di meja itu, kita ada di ruangan kelas itu, tapi pikiran kita gak disitu……pikiran kita sedang menari-nari menjelajah dimensi lain