i luv monday

warning: Missing argument 2 for archive_help() in /home/aurw5858/public_html/modules/archive/archive.module on line 7.

lebih dari..

Saya lupa baca dimana, ada hasil survey kira-kira seperti ini: kita ini baru memakai sepersekian persen... ulangi...sepersekian persen.. dari kemampuan kita sebenarnya sebagai seorang manusia dalam menjalani kehidupan di dunia (dalam berpikir, dalam berkarya).
Segelintir orang diantaranya mengexplore kemampuan melebihi orang-orang kebanyakan hingga kemudian menghasilkan hal-hal luar biasa!
Hal-hal luar biasa yang membuat kita berdecak kagum dan sering melontarkan kalimat "Kok bisa?"

Sebenarnya kita semua memiliki kesempatan yang sama untuk melakukannya, tidak perduli status, tidak perduli gender, tidak perduli usia!
Mau tahu gimana caranya?
Yuk, baca selengkapnnya

Dukungan Doa

Pernah ya dengar lagu Di Doa Ibuku
Lagu itu sering dipakai di acara nikahan, sebagai lagu pengantar saat acara sungkeman (memohon restu orang tua)
Lagu itu menggambarkan..betapa doa seorang Ibu, doa Orang Tua kita sangat berpengaruh terhadap kebahagiaan kesuksesan kita..
Saat kita mau melakukan sesuatu yang penting dalam hidup kita..kita memohon dukungan doa, memohon restu mereka..
Kita mempercayai bahwa doa-doa mereka untuk kita membantu kelancaran kesuksesan hal-hal yang kita lakukan.

Apakah benar demikian?
seberapa powerful dukungan doa dari orang-orang terdekat kita terhadap kesuksesan hidup kita?
mari kita simak kekuatan dukungan doa berikut ini...

Introspeksi

Dalam kejadian yang tidak mengenakan, kadang kita cenderung menyalahkan situasi, kesempatan, bahkan seringkali menyalahkan orang lain..
“Terang aja dia berhasil, wong dia pintar. Saya kan cuma lulusan SMA”
“Ya dia pasti sukses, dekingannya banyak. Saya kan hanya orang desa”
"Pastinya dia populer, lihat aja bakatnya banyak: bisa nyanyi, nari, lancar bahasa inggris... sedangkan aku: apa bakatku?"
"Saya gak mungkin bisa sekolah setinggi dia, saya miskin! Dia anak orang kaya, wajar sekolahnya sampai tinggi-tinggi!"

Di sebuah sharing session, saya diingatkan untuk introspeksi

Sebelum kita menunjuk ke luar, mari kita lihat/memeriksa dalam diri kita sendiri dulu

Apa gunanya introspeksi
Apa pengaruhnya terhadap kualitas pribadi kita?
Mari kita lihat baca cerita berikut...

Berteman

"Sahabat adalah kebutuhan jiwa yang mendapatkan imbangan. …Carilah ia, untuk bersama menghidupkan sang waktu!!
Sebab dialah orang untuk mengisi kekuranganmu,
bukan sekedar mengisi kesenanganmu.. .
berbagi duka dan kebahagiaan. …."

(Kahlil Gibran--Sang Nabi)

Sering pastinya dengar kata "berteman"
Definisi teman yang saya sarikan antara lain:
orang yang dekat, yang bersama-sama bekerja, sama-sama bertumbuh, teman bercakap-cakap (mendengar dan berbicara), seperjalanan, menjadi pelengkap satu dan yang lain.
Saat kita berkata "saya adalah pacar.." "saya adalah suami/istri dari.." "saya dan dia bersaudara" sejatinya kita adalah teman satu bagi yang lain.

Namun berapa diantaranya yang benar-benar masih "berteman" saat menjalani hubungan tersebut?

cek yukkkk...

Jual "Diri"

“Everyone lives by selling something.”

Robert Louis Stevenson (1850-1894) Scottish novelist, poet

Weekend kemarin, saya sekeluarga membeli durian untuk dinikmati bersama.
Buah durian, siapa yang belum mengenal? Buah yang cukup menjadi kontroversi (suka/tidak) karena bau dan rasanya yang khas
Setahun yang lalu, putri saya tidak suka yang namanya buah durian ini
Padahal, kami sekeluarga adalah penikmat durian, apalagi kalau makannya rame-rame pas ngumpul bareng keluarga besar Masa nanti si kecil diam mojok sendiri saat kami bersenda gurau makan durian?
Hmm.. rupanya kondisi ini menggelitik suami saya.
Ia pun mulai berusaha menjual “durian” kepada si kecil

Setiap kali Ia bawa pulang durian.. ia makan di depan si kecil dengan bersemangat dan sangat menikmati
Sambil diselingi komentar “yummy”… “delicious”… “taste like ice cream”
Ia juga menceritakan betapa menyenangkan nanti ketika ngumpul bareng sepupu-sepupu, bisa makan durian rame-rame
Suami saya sangat konsisten, Ia lakukan itu berulang kali setiap makan durian.
Alhasil suatu hari, si kecil tiba-tiba minta sepotong durian saat kami sedang menikmatinya

Wow!
Rupanya jualan suami saya membuatnya penasaran dan membangkitkan keinginan untuk mencoba!
Sejak hari itu, ia jadi suka durian
Bahkan sekarang, ia makan durian lebih semangat dari kami berdua
Kalau dia yang makan…bijinya bisa licin bersih
Belum lagi cara makannya yang menunjukkan kalau durian itu benar-benar nikmat …
“enakkkk…” celotehnya

Disadari atau tidak, dalam hidup keseharian kita, kita juga adalah seorang penjual!

Berikut beberapa tips untuk menjadi penjual yang baik :)