friends

warning: Missing argument 2 for archive_help() in /home/aurw5858/public_html/modules/archive/archive.module on line 7.

Jual "Diri"

“Everyone lives by selling something.”

Robert Louis Stevenson (1850-1894) Scottish novelist, poet

Weekend kemarin, saya sekeluarga membeli durian untuk dinikmati bersama.
Buah durian, siapa yang belum mengenal? Buah yang cukup menjadi kontroversi (suka/tidak) karena bau dan rasanya yang khas
Setahun yang lalu, putri saya tidak suka yang namanya buah durian ini
Padahal, kami sekeluarga adalah penikmat durian, apalagi kalau makannya rame-rame pas ngumpul bareng keluarga besar Masa nanti si kecil diam mojok sendiri saat kami bersenda gurau makan durian?
Hmm.. rupanya kondisi ini menggelitik suami saya.
Ia pun mulai berusaha menjual “durian” kepada si kecil

Setiap kali Ia bawa pulang durian.. ia makan di depan si kecil dengan bersemangat dan sangat menikmati
Sambil diselingi komentar “yummy”… “delicious”… “taste like ice cream”
Ia juga menceritakan betapa menyenangkan nanti ketika ngumpul bareng sepupu-sepupu, bisa makan durian rame-rame
Suami saya sangat konsisten, Ia lakukan itu berulang kali setiap makan durian.
Alhasil suatu hari, si kecil tiba-tiba minta sepotong durian saat kami sedang menikmatinya

Wow!
Rupanya jualan suami saya membuatnya penasaran dan membangkitkan keinginan untuk mencoba!
Sejak hari itu, ia jadi suka durian
Bahkan sekarang, ia makan durian lebih semangat dari kami berdua
Kalau dia yang makan…bijinya bisa licin bersih
Belum lagi cara makannya yang menunjukkan kalau durian itu benar-benar nikmat …
“enakkkk…” celotehnya

Disadari atau tidak, dalam hidup keseharian kita, kita juga adalah seorang penjual!

Berikut beberapa tips untuk menjadi penjual yang baik :)

Comfort Zone

Tidak ada yang tetap kecuali perubahan itu sendiri.

Pernah dengar tagline perusahaan furniture ligna? Bunyinya begini:

“Kalau sudah duduk, lupa berdiri”
Membacanya membuat kita membayangkan sebuah kenyamanan sempurna … ligna ingin menanamkan ke dalam benak pelanggannya bahwa produk furniture -nya adalah yang terbaik dalam memberikan kenyamanan… design elegant, tidak bersudut, bantalan-bantalan sofa yang lembut akan memanjakan kita sehingga ingin duduk terus
Dalam hidup kita juga kadang dihadapkan dengan kondisi yang membuat kita nyaman
Contoh:
Orang Tua yang mampu men-support

Usaha yang berhasil dengan cepat
Level pekerjaan sudah sesuai dengan yang diidam-idamkan
Kenyamanan bisa berdampak baik dan tidak baik tergantung disisi mana ..
Contoh:
Sering ya dengar kisah-kisah orang sukses yang berawal dari nol
Ada yang dulunya office boy sekarang jadi milyader pemilik restoran ayam bakar Mas Mono

Apa yang memicu kesuksesan?

Penonton VS Pemain


Pemain selalu menjadi bagian dari jawaban, penonton selalu menjadi bagian dari masalah.
Penonton mendukung agar Pemain bersemangat dan menjadi pemenang

Pernah sekali-sekalinya ikutan nonton bola..
Supporter alias yang nonton sepak bola sangat bersemangat sekali dan heboh dengan segala macam persiapan mendukungnya serta menyiapkan yel-yel untuk menyemangati pemain.

Waktu pertandingan berlangsung, kami sang penonton ini mirip sekali sama pelatih sepak bola

ingin rasanya lari saja


Lari terasa lebih mudah..
Pergi adalah pilihan yang sederhana..

Namun apa yg terjadi dan dirasa sekarang adalah sebuah konsekuensi dari pengambilan keputusan..
Ia adalah buah-buah kontribusi dari pola pikir, pola rasa, pola ucap, dan pola tindak..
Sejatinya manusia yang berkesadaran..
Harus mampu menjalani proses sampai selesai, utuh..
Apapun rasanya itu
Dinikmati..
Karena ia berasal daripadamu juga

Semua pasti memiliki hikmah
Petik sarinya..

Arti Kata "Terima Kasih"

We make a living by what we get,
but we make a life by what we give.

Winston Churchill

Dalam keseharian kita sering kali mengucapkan kataTerima Kasih”.
Biasanya kita ucapkan setelah menerima sesuatu seperti: pujian teman atas baju indah yang dipakai pagi ini, dipersilakan duduk di kursi kosong oleh seseorang di dalam bis kota, mendapat secangkir kopi dari seorang teman, diundang traktiran makan siang, atau tiba-tiba dikasih uang di saat akhir-akhir bulan belum gajian…eeeeaaaa hehehehe…
Menerima hal-hal di atas akan membuat kita berkata “Terima kasih” disertai senyum lebar 272 (2 cm sisi kanan, 2 cm sisi kiri, dengan 7 gigi berbaris di tengahnya).

Kenapa begitu? Karena kita merasa senang! Senang akan perhatian, senang akan pujian yang diberikan, senang akan rejeki yang didapat tiba-tiba.
Terima kasih” jadi identik dengan mendapat/menerima

Ternyata, Terima Kasih memiliki makna lebih dalam lagi... mari kita gali bersama...