Arti Kata 'Rumah'

warning: Missing argument 2 for archive_help() in /home/aurw5858/public_html/modules/archive/archive.module on line 7.

"Rumahku adalah istanaku"

Demikianlah ungkapan yang sering kita dengar ketika orang berbicara tentang rumah. Ungkapan itu punya arti dan makna 'rumah' tersendiri.

Rumah bukanlah sekedar tempat tinggal, melainkan tempat berlangsungnya proses kehidupan manusia ..
Di sanalah tempat paling jujur perjalanan manusia berlangsung: duka-suka, kegagalan-kesuksesan-keberhasilan, sakit-sehat datang silih berganti.
Bagi sebuah keluarga, dari sanalah juga lahir aeorang manusia baru, tempat pembinaan iman-moral anak, tempat bertumbuhnya kasih dan kepedulian manusia terhadap sesama, tempat untuk membentuk pribadi yang berkesadaran dan yang berkualitas.
Rumah juga adalah tempat terbaik untuk berbagi kecemasan, kebahagiaan, dan harapan.. Tempat untuk pengambilan keputusan yang bermanfaat untuk keluarga.

Sejauh manakah kita memaknai rumah kita masing-masing?
Sudahkah kita sungguh menjadikan rumah adalah surga bagi seluruh individu yang tinggal di bawah naungannya?

Berikut beberapa tips yang dapat membantu:

1. Beradaptasi: setiap individu yang tinggal di dalam rumah memiliki 'warna' tersendiri dan dalam perjalanan kesehariannya memiliki 'pola' nya masing-masing. Kita akan saling beradaptasi terhadap 'warna'. Sering dengar bahwa sifat asli orang akan terlihat ketika kita hidup bersama, kan? Nah, kemampuan beradaptasi terhadap keaslian diperlukan...
Namun tidak berhenti disitu, yang namanya adaptasi mengalir sepanjang waktu karena kita tidak pernah tahu kapan seseorang berada dalam sebuah situasi dan bagaimana reaksi dan sikapnya menghadapi situasi tersebut. Ini yang disebut adaptasi terhadap 'pola'

2. Komunikasi: Jalin komunikasi positif! Hidup bersama berbaur 'warna' dan 'pola' akan memerlukan kompromi-kompromi, dan kompromi sehat dapat terjadi jika kita saling berkomunikasi positif yaitu mau mendengarkan, berhati besar.. dan juga berani untuk mengemukakan pandangan/pendapat dengan cara yang terbaik.
Begitu pun saat membuat keputusan-keputusan terutama yang akan mempengaruhi kelangsungan rumah, bangunlah kebiasaan untuk berdiskusi bersama anggota keluarga.

3. Walk The Talk: Jadilah role model yang baik. Jika kita punya ekspektasi tertentu atau mau mengajarkan sesuatu kepada anak misalnya.. don't just talk but walk the talk: contohkan! Mulai dari diri sendiri ^_^

4. Empati: Keharmonisan rumah akan makin legit dengan adanya rasa empati satu dan yang lain..
Empati melahirkan tenggang rasa dan tepa selira. Ada kalanya kita mengalami hal-hal yang tidak biasa..Sebelum jump to conclusion atau judging, coba tarik mundur sejenak ada apa beberapa hari sebelum atau coba tempatkan diri dalam situasinya. Sedang bagaimanakah kondisinya? Oh ada yang mau ujian..butuh suasana tenang! Oh sedang butuh waktu sendiri..berikan. Oh beberapa hari ini begadang terus mengerjakan tugas..mungkin ia lelah. ^_^

5. Kolaborasi: Akan seru dan menyenangkan jika anggota di rumah dapat berbagi visi dan misi masing-masing lalu saling bekerjasama berkolaborasi untuk mewujudkannya. Saling support satu dan lainnya untuk selalu bertumbuh ke arah yang lebih positif dan lebih baik.

Semoga bermanfaat!

Terinsipirasi dari tulisan Pastor Leonard Paskalis Nojo, OFMCap pada GEMA Tebet